Laman

Rabu, 02 Juni 2010

NW Pancor-Anjani Islah


PRAYA—Dua kubu di organisasi Nahdlatul Wathan (NW), Pancor dan Anjani, kini bersatu lagi. Tidak ada sekat lagi antardua belah pihak yang sempat berpisah itu. Momen bersatunya NW Pancor dan Anjani, berlangsung di Lapangan Umum Muhajirin, Praya, kemarin sore.
Bersatunya dua keluarga besar keturunan Almagfurullah Maulana Syekh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid dikemas dalam acara silaturahmi dan Syafa’atul Qubro yang digagas pemuda NW bersatu.
Hadir dalam kesempatan ini, putra Ummi Hj Siti Rauhun, HM Syamsul Luthfi. Sedangkan Ummi Hj Siti Raehanun ZAM diwakili putranya TGHL Gde Sakti. Sementara dua ummi berhalangan hadir karena satu dan lain hal. Demikian halnya dengan TGH M Zainul Majdi maupun TGHL Gde At Tsani.
Pantauan Lombok Post, silaturahmi akbar ini dihadiri puluhan tuan guru NW Anjani dan NW Pancor, pengurus besar dua belah pihak, jamaah organisasi NW Anjani dan Pancor, serta pihak terkait lainnya.
Beberapa tokoh NW Pancor yang hadir di antaranya, Dr Mawardi, TGH Mahmud, TGH Faisal, TGH Mursidin Zuhdi, TGH Tahir Azhari, TGH Ahmad Said, dan tuan guru lainnya. Sedangkan tokoh NW Anjani di antaranya, TGH Muhamad Yasin, TGH Habib Tantawi, TGH Mustamin Hafifi, TGH Zaenal Arifin, TGH Hilmi Najamudin, TGH M Burhanudin, TGH Mashur Rajab, dan sejumlah tuan guru lainnya.
Bersatunya NW Anjani dan Pancor ditandai dengan sambutan bersama yang disampaikan oleh HM Syamsul Luthfi dan TGHL Gde Sakti di panggung utama.
HM Syamsul Luthfi, membuka sambutannya dengan mengucap rasa syukur atas apa yang terjadi di Lapangan Umum Muhajirin Praya itu. ‘’Cucu-cucu Almagfurullah Maulana Syekh berkumpul di sini untuk merajut kebersamaan,’’ ujarnya.
Praya merupakan salah satu tempat bersejarah bagi organisasi NW. Tahun 2001, perpecahan di organisasi NW terjadi di Praya. Kini, organisasi NW kembali bersatu di Praya pula.
Kepada keluarga besar Ummi Hj Siti Raehanun dan jamaah organisasi NW, Syamsul Luthfi menyampaikan salam ibunda tercintanya Ummi Hj Siti Rauhun. Persatuan dan kebersamaan di dalam organisasi NW, merupakan salah satu cara membalas jasa dan meneruskan cita-cita perjuangan pendiri NW, Almagfurullah Maulana Syekh.
‘’Yang lalu biarkan berlalu. Rangkai kebersamaan untuk kesuksesan pada masa yang akan datang,’’ ajak pria yang juga Wakil Bupati Lombok Timur itu.
Dikatakan, perjuangan NW ke depan cukup berat. Karena itu, organisasi NW bersama seluruh pengurus dan jamaahnya butuh kebersamaan. Konsep yang dijalankan adalah berat sama dipikul ringan sama dijinjing.
Momen di Lapangan Umum Muhajirin itu sekaligus menepis sejumlah opini yang mengatakan tidak mungkin dua NW bersatu lagi. ‘’Tolong sosialisasikan kepada jamaah yang tidak hadir. Sudah tidak ada perpecahan lagi di tubuh NW,’’ pintanya.
Pada kesempatan itu, Luthfi sempat menyinggung pencalonan salah satu cucu Almagfurullah Maulana Syekh sebagai Bupati Loteng. Ia mengajak seluruh jamaah NW untuk mendukung demi kemajuan Loteng di masa yang akan datang. ‘’Mari perkuat barisan untuk meraih kemenangan. Mengerti maksud saya,’’ serunya.
Sementara itu, TGHL Gde Sakti tidak terlalu banyak memberikan sambutan. Pria yang tercatat sebagai salah satu Calon Bupati Loteng tersebut mengatakan, kebersamaan sangat indah. Kebersamaan merupakan rahmat dari Allah SWT.
Sama seperti Luthfi, Gde Sakti juga menyampaikan salam ibunda tercintanya kepada keluarga besar Ummi Hj Siti Rauhun dan jamaah NW lainnya. ‘’Tidak ada yang pantas diucapkan selain bersatu dan rapatkan barisan,’’ katanya.
Karena sudah tidak ada kubu-kubuan lagi di NW, Gde Sakti meminta semua jamaah dan pengurus NW untuk bersatu. Organisasi yang didirikan Almagfurullah Maulana Syekh tersebut akan semakin kokoh jika tidak ada lagi perbedaan di dalamnya. ‘’Kalau kami besopok (bersatu, Red) maka jamaah juga harus besopok,’’ ajaknya.
Pantauan Lombok Post, sejumlah jamaah NW tampak mengusap air mata ketika mendengar sambutan bersama HM Samsul Luthfi dan TGHL Gde Sakti.
Sementara itu, pengurus PB NW DR Mawardi Amri mengatakan, ini merupakan momen bersejarah. Semalam sebelum islah di Lapangan Umum Muhajirin, Mawardi Amri ditelepon oleh Ummi Hj Rauhun. ‘’Beliau (Ummi Hj Siti Rauhun, Red) berkata, sampaikan salam saya kepada Ummi Hj Siti Raehanun,’’ paparnya.
Mendapat telepon seperti itu, Mawardi terkejut. Ia lantas menghubungi sejumlah tokoh NW lainnya untuk menginformasikan kabar baik itu. Tidak lama kemudian, Amri bertolak ke Anjani untuk menyampaikan salam Ummi Rauhun ke Ummi Raehanun.
Setibanya di Anjani, Amri ditanya apakah salam yang ia bawa benar adanya. Untuk membuktikan kebenaran salam tersebut, Amri diminta memfasilitasi perbincangan antara Ummi Hj Siti Raehanun dan Ummi Hj Rauhun via ponsel. Perbincangan dua putri Almagfurullah Maulana Syekh akhirnya terjadi.
‘’Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan melihat beliau tampil bersamaan di hadapan publik,’’ terangnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda NW Bersatu selaku penggagas islah di tubuh NW, Himni Amin, mengatakan, acara Silaturahmi dan Syafa’atul Qubro sudah dikonsep sejak tiga bulan lalu. ‘’Gagasan besar pemuda NW akhirnya terwujud. Kami sangat bersyukur atas hal itu,’’ katanya.
Keluarga besar NW memiliki cita-cita tulus untuk eksistensi organisasi ini ke depan. Jamaah NW tidak akan pernah membeda-bedakan anak, cucu dan keturunan Almagfurullah Maulana Syekh. Organisasi NW hanya satu, yakni yang didirikan oleh Maulana Syekh.
Himni mengatakan, terselenggaranya acara tersebut dipicu oleh rasa kerinduan yang teramat dalam akibat “perpisahan” yang sudah terjadi cukup lama. “Acara ini tidak ada maksud apa-apa, kecuali untuk menyatukan kembali warga NW,” tandasnya.
Lebih jauh dikatakan, keharusan bagi warga NW adalah mempersatukan kedua orang tua (Hj Umi Rauhun dan Hj Umi Raehanun) yang sudah lama “berjauhan”. Warga NW tidak boleh tebang pilih dengan membuang salah satunya. “Wajib hukumnya kita mencintai kedua Ummi kita,” tegasnya. (aji/cr-rzq)
26 Hal Tentang Fakta Kehidupan
1. Jangan terpaku masa lalu dan masa depan, tapi tataplah masa kini. Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.
2. Bercerminlah dari kesalahan orang lain, bukan dari kesalahan diri kita, dengan bercermin dari kesalahan orang, maka akan memacu kita agar kesalahan itu tidak menimpa kita.
3. Jujurlah meskipun kejujuran itu membawa kita ke neraka.
4. Tidak akan keadilan bisa ditegakkan selama kita masih acuh terhadap hukum yang ada dan mementingkan kepentingan pribadi.
5. Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.
6. Bermimpilah akan sesuatu dan jadikanlah mimpimu itu kenyataan, sesungguhnya tak akan ada dunia ini jika tak ada yang bermimpi
7. Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!
8. Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.
9. Jangan berusaha/mengerjakan sesuatu dengan setengah hati, karena hasil yang kamu dapat juga hanya setengahnya.
10. Hanya ada 2 macam cinta sejati di dunia ini, cinta Tuhan kepada makhluk-Nya dan cinta Ibu kepada anaknya.
11. Jangan lelah untuk mencari ilmu karena segala sesuatu di dunia ini perlu ilmu, jika tak ada ilmu maka kita sama saja dengan orang mati, tak akan bisa berbuat apa-apa.
12. Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya
13. Sesungguhnya di saat kesusahan teman, satu senyum yang tulus lebih berharga daripada sejuta kata yang tiada guna.
14. Sesungguhnya masih banyak orang di dunia yang lebih susah dari kita, maka hentikanlah segala keluhan kita dan bersyukur terhadap apa yang kita punya.
15. Hargai dan hormati orang lain jika kita ingin dihormati dan dihargai orang lain, serta hormati dan hargai diri sendiri terlebih dulu baru kita bisa menghargai dan menghormati orang lain.
16. Syukurilah apa yang kamu dapat karena belum tentu kamu bisa mendapat lagi apa yang telah kamu dapat.
17. Satu harta yang sangat berharga yang jarang dimiliki orang masa kini, itulah kejujuran.
18. Semua manusia mempunyai derajat yang sama, mengapa kita masih membedakannya???
19. Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan
20. Tuhan tak pernah melupakan kita namun kitalah yang melupakan-Nya, haruskah kita tetap menjadi makhluk yang tak tahu diri yang sudah mendapat nikmat-Nya namun tetap melupakan-Nya??
21. Sesungguhnya Tuhan Maha Pengasih terhadap kita, di saat kita berbuat dosa, Tuhan tak berbuat apa-apa, tak langsung menghukum kita dengan siksa-Nya, atau menyuruh kita tinggal di tempat yang tidak diciptakan oleh-Nya, tapi agar kita bisa sadar terhadap dosa2 kita, maka masihkah kita menjadi makhluk yang sombong dan tak tahu berterima kasih di hadapan-Nya???
22. Cinta bukanlah satu-satunya alasan hidup namun tanpa cinta juga hidup akan terasa hambar dan membosankan.
23. Jangan jadikan suatu kegagalan sebagai alasan untuk takut mengalaminya kembali sehingga kamu tak mau mencoba lagi
24. Apabila kamu melihat suatu keindahan, bersyukurlah karena kamu masih bisa menikmati keindahan yang belum tentu akan kamu bisa lihat lagi.
25. Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
26. Kematian itu datang tiba-tiba, maka apakah kamu masih berpikir untuk selalu menikmati dunia??